Sabtu, 17 Mei 2008

TUJUH KEBENARAN ISLAM YANG MUTLAK.

TUJUH KEBENARAN ISLAM YANG MUTLAK.

Doctor Verkuyl, Doctor Kraemer, Rifai Burhanuddin lupa, demikian pula dengan Pater Grunnen, bahwa ada tujuh kenyataan mutlak yang dipunyai oleh Islam, yang tidak dapat dibantah oleh siapapun juga. Ia tidak dapat dibantah oleh sejarah, ia juga tak dapat dibantah oleh Ilmu Pengetahuan, ia tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi, oleh iklim dan masa.

1. Qur'an dengan bahasanya yang tetap sepanjang masa dan sama dimana-mana telah sanggup menciptakan iklim keIslaman yang merata mutlak. Ia akan dimengerti di Amerika, demikian juga di Inggris. Bila ia dibacakan di Jepang, maka ia juga dipahami oleh orang-orang India dan Pakistan, dan bila ia dibaca di negeri Belanda, maka Mesir, Libya, Indonesia akan mengerti, setidak-tidaknya mengenali bahwa itulah ayat-ayat Al Qur'an. Qur'an tidak pernah dirubah bahasanya dan ini saja sudah dapat dijadikan pegangan, bahwa isinya authentic asli. Beda dengan Injil yang telah melalui sedemikian banyak terjemahan, sehingga keaslian kata-kata mungkin telah menyimpang dari maksud semula. Ia disalin dari bahasa Ibrani ke bahasa Gerika, lalu ke bahasa Latin, dari Latin oleh Marthen Luther pada tahun 1521 disalin ke bahasa Jerman. Dari Jerman disalin pula ke dalam bahasa Inggris, Belanda, Indonesia, Jawa, Minang, Timor dst. Sambil menyalin, maka atas pertimbangan politik(?) sipenyalin menterjemahkannya pula menurut "situasi dan kondisi" setempat. Kita lihat misalnya, kalau didalam Injil bahasa Belanda dan Inggris syarat masuk surga adalah Door bidden en fasten atau by praying and fasting, maka didalam Injil bahasa Indonesia mereka mencukupkan hanya dengan doa, sedangkan fasting atau fasten atau puasanya dihilangkan.

2. Al-Qur'an tidak bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Bacalah theorie La Place & Chamberlin, bacalah theorie kejadian bumi, maka Chamberlin menyebutkan: Bahwa bumi kita ini ialah terjadi dari gumpalan-gumpalan kabut yang bergulung-gulung semakin lama semakin padat, sehingga berpijar, dan kemudian mati pijarnya, lalu tumbuhlah kehidupan. Lalu cobalah kita buka Al-Qur'an surat tertulislah disana theorie itu: "Dan ingatlah ketika Aku menciptakan bumi ini dari suatu hamparan yang lalu bergulung-gulung." Qur'an surat Nuh 14 menulis tentang adanya tingkatan-tingkatan kejadian dari manusia, surat Al An'am 97 memuat theorie Astronomi. Dalam surat-surat yang lain dimuat pula theorie perkawinan tanam-tanaman (botani). Qur'an tidak serupa dengan Perjanjian Lama yang menolak theorie Galileo Galilei, Islam tidak seperti Kristen yang telah begitu banyaknya membunuhi kaum cerdik pandai seperti Galileo Galilei, Johannis Heuss dan sebagainya.

3. Al-Qur'an tidak menentang fitrah manusia. Itulah sebabnya didalam Islam tidak diakuinya hukum Calibat atau pembujangan. Manusia dibuat laki-laki dan perempuan adalah untuk kawin, untuk mengembangkan keturunan. Maka itu ajaran Paulus yang mengatakan bahwa ada "lebih baik" laki-laki itu membujang seperti aku dan perempuan itu tidak kawin, ditentang oleh Islam. Bukankah monogami akhirnya melibatkan dunia Kristen dalam lembah pelacuran? Bukankah orang-orang Italia yang monogami itu akhirnya mempunyai juga istri-istri yang gelap? Dan bukankah Amerika, Swedia dll. Akhirnya menjadi bejat akhlaknya sebab mempertahankan monogami? Maka dunia akhirnya menetapkan: Poligami adalah bijaksana. Poligami mencegah manusia daripada zinah dan pelacuran. Tidak heran bila surat An Nisa ayat 3 kemudian membolehkan orang untuk Poligami, yaitu poligami yang terbatas: 4.

4. Qur'an udak bertentangan dengan aqal dan fikiran manusia. Itulah sebabnya Islam sangat menghargai akal dan fikiran yang sehat. Kaidah Islam tidak dapat menerima doktrin "Tiga tetapi satu," sebab tiga tetapi satu bertentangan dengan ratio. Ummat Islam sama sekali tidak dapat memahami bagaimana Paus, seorang manusia, dapat menjabat Wakil

Tuhan(Ficarius Filii Dei). Paus mewakili urusan Allah untuk

dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat

manusia yang berdosa dengan mandaat sepenuhnya dari Allah.

Demikian pula, kalau kami yang tidak tahu menahu akan

perbuatan Adam harus memikul dosa Adam. Dan akal lebih tidak

bisa menerima lagi, kalau Allah yang pengasih penyayang itu

akhirnya lalu menghukum mati anaknya sendiri demi menebus

dosa Adam dan anak cucu Adam. Maka itulah Islam tidak

mengakui dosa keturunan, juga tidak mengakui adanya

"Sakramen pengakuan dosa" yang memanjakan manusia dan

mengajar manusia untuk tidak bertanggung jawab itu.

5. Islam tidak bertentangan dengan sejarah. Islampun dengan

sendirinya tidak mendustai sejarah. Putih hitamnya sejarah

Islam, diakuinya dengan jujur. Ia, misalkan mengalami

tragedi pahit seperti "Night of St. Bartolomeus" pastilah ia

mengakui, dan ummatnya mengetahui. Islam selalu sesuai

dengan situasi d.an kondisi, ia bukannya menyesuaikan diri,

tetapi diri (dunia maksudnya) yang harus menyesuaikan

dengannya.

6. Oleh sebab itulah maka Islam tetap bertahan. Ia selalu

maju seirama dengan kemajuannya zaman. Empat belas abad

sudah lamanya Islam tetap dalam suatu kesatuan syareat dan

hakekat. Seribu empat ratus tahun lamanya hukum-hukumnya,

undang-undangnya, shalat dan kiblatnya, puasa dan hajinya

tetap berjalan. Ia tidak ambruk setelah ilmu pengetahuan

lebih maju, ia juga tidak colaps menghadapi kebangkitan

humanisme dan sosialisme. Adapun atau kalaupun dikatakan

mundur, sebenarnya ialah ummat artinya orang-orangnya apakah

itu person atau kelompok. Mengapakah ummatnya mundur? Sebab

ia telah meninggalkan Qur'annya. Ia berbeda dengan ajaran

atau hukum gereja Katolik yang selalu berubah-ubah boleh -

tidak boleh dan sekarang boleh lagi kawin. Padahal soal

kawin adalah soal keputusan Tuhan. Adalah keputusan Tuhan

selalu berubah-ubah dan dapat ditentang oleh manusia?

7. Qur'an tak dapat disangkal ]agi, adalah pegangan hidup

dan mati, dunia dan akhirat. Qur'an ternyata merupakan

landasan idiil dan spirituil, landasan hidup di dunia dan

di akhirat. Qur'an, tidak hanya memuat perkara akhirat saja,

tetapi juga perkara dunia. Itulah sebabnya bila kita membaca

Al-Qur'an kita akan menemui bermacam-macam hukum, apakah itu

hukum pidana, perdata, atau hukum antar manusia dan

kemasyarakatan. Demikian pula ia memuat hukum dengan

lengkapnya hukum perkawinan dan sopan santun perang.


MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM

dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD

SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T.

oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)


Tidak ada komentar: